Senin, 21 Maret 2016

Pengertian Bonsai Asam Londo


1.Bonsai dari Asam Londo   

Tanaman Bonsai Asam Londo

Tanaman asam londo sebenarnya sangat mirip dengan asam Jawa. Yang membedakannya adalah  asam londo merupakan tanaman yang berasal dari luar negeri sedangkan asam Jawa adalah tanaman asli dari nusantara. Tanaman yang satu ini sengaja didatangkan dari luar negeri khusus untuk membuat tanaman bonsai.
Salah satu kelebihan dari pohon asam londo yakni memiliki umur yang panjang, batang yang kokoh dan bentuk yang unik. Oleh karena itulah banyak orang yang menggunakan tanaman ini sebagai tanaman bonsai.

Beberapa Jenis Bonsai Yang Bisa Berbuah

                         1.Asam
. Jenis tanaman asam yang dapat dijadikan bonsai yaitu:
a. Asam jawa (Tamarindus indica)                
b. Asam belanda (Pithecellobium dulce)
Bonsai dari tanaman asam jawa (Tamarindus indica)    

                        2.Jeruk 
Jenis-jenis tanaman jeruk yang cocok untuk dijadikan bonsai yaitu:
A.Jeruk bali (Citrus maxima)B.Jeruk keprok (Citrus nobilis)C.Jeruk kingkit (Triphasia trifolia) Bonsai dari tanaman jeruk
3.Sawo

Jenis-jenis sawo yang cocok untuk dijadikan bonsai yaitu:
  • Sawo manila (Achras zapota)
  • Sawo duren (Chrysophylum cainito)
  • Sawo kecik (Manilkara kauki)
Bonsai dari tanaman sawo

Cara Untuk Membentuk dan Merawat Bonsai Asam Jawa

Membentuk Dan Merawat  Bonsai Asem Jawa

Jika tanaman asem jawa dari biji sudah tumbuh atau kita mendapatkan bakalan bonsai dari mencangkok, langkah selanjutnya adalah membentuk dan merawat tanaman bonsai asem jawa tersebut. Berikut beberapa langkah membuat bonsai asem jawa:
1. Menentukan bentuk bonsai asem jawa yang akan dikehendaki. Ada berbagai model bonsai asem jawa yang bisa dipilih sesuai keinginan. Namun tentunya juga disesuaikan dengan bawan bonsai yang sudah ada agar tidak terlalu ribet. Ada beberapa bentuk bonsai asem jawa yang bisa dipilih misalnya Bonsai Asem jawa dengan bentuk tegak berkelok-kelok, bentuk bonsai Sarung angin, bonsai akar terjalin, Miring ke kiri, Miring ke kanan dan bentuk bonsai lainnya.
bentuk-bonsai-asem-jawa
Salah satu Bentuk Bonsai Asem Jawa


2. Aturlah diameter batang dengan bagian bawah besar dan makin ke atas makin kecil dan seimbang antara kiri dan kanan.

3. Dahan yang baik adalah dahan yang ada di bagian puncak lengkungan batang pohon. Potong dahan  yang berada di bagian dalam lengkungan dipotong.

4. Dari pangkal batang hingga bagian puncak pohon dapat ditarik garis lurus.
5. Rajin-rajinlah memangkah dahan yang terlalu rimbun agar tidak saling menaungi.
6. Setelah itu perlu perawatan dengan melakukan pemupukan . Pemupukan bonsai asam jawa bisa menggunakan pupuk organik, pupuk kandang atau kompos dan bahan organik lain secukupnya.
7. Selanjutnay bisa dilakukan pembentukan dahan atau ranting dengan menggunakan kawat, dengan model sesuai yang dikehendaki.  Jika bentuk bonsai asam jawa ini sudah terbentuk, kawat belitan bisa diambil.

Nah itulah cara sederhana membuat bonsai dari tanaman asam jawa. Tentunya semua memerlukan kesabaran dan ketelatenan dalam merawat bonsai tanaman asam jawa untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

Pengertian Bonsai Asam Jawa

bentuk-bonsai-asem-jawa
Pengertian Bonsai Asam Jawa, Jika anda sedang mencari bahan untuk tanaman bonsai mungkin anda bisa mencoba pohon asem Jawa. Asem Jawa merupakan satu dari banyak jenis tanaman yang bisa dijadikan bonsai karena memiliki beberapa kelebihan. Salah satu kelebihan dari pohon asem jawa dijadikan bonsai adalah karena memiliki batang yang  alot  atau ulet sehingga tidak mudah patah saat dibentuk. Karena sifat asem jawa seperti itu sehingga mudah untuk dibentuk sesuai dengan keinginan dan kemauan kita. Selain itu daun asem jawa yang kecil serta batang yang bisa dibentuk indah membuat tanaman asem jawa banyak digemari sebagai bakalan bonsai.

Untuk mendapatkan tanaman asem jawa sebagai bakalan bonsai sebenarnya tidaklah sulit. Karena tanaman asem jawa banyak tumbuh diseluruh pelosok Indonesia. Hanya tidak diketahui mengapa tanaman ini disebut tanaman asem jawa. Pohon asem jawa banyak dijadikan bahan membuat bonsai karena  mempunyai tajuk yang rapat dengan daun kecil serta batang dan ranting yang super rapat.  Batangnya kokoh dan memiliki keindahan pada bagian kulit batang sehingga menjadi  daya tarik tersendiri.
 Untuk membuat bonsai dari tanaman Asem jawa ini bisa dilakukan dengan berbagai cara. Kita bisa membuat bonsai asem jawa dari biji yang kita semaikan, mencangkok dari pohon asem yang sudah besar atau mengambil bakalan bonsai dari tempat asalnya. Tanaman asem jawa tidak bisa ditanam dengan cara stek, jadi jangan coba-coba lakukan ini.

Selain itu media untuk membuat bonsai Tanaman Asem jawa juga harus tepat. Pohon asam akan memiliki kesenangan dan akan subur pada mesia tanam yang memiliki  drainase yang lancar. Karena itu media tanam bonsai asem jawa  yang paling baik adalah tanah yang sedikit berkapur dan berpasir. Kondisi ph yang normal akan membantu pemunculan tunas tunas baru yang lebih baik lagi.

Cara Budidaya Bonsai Asam Jawa

Cara Membuat Bonsai Asem Jawa

Untuk membuat bonsai dari tanaman Asem jawa ini bisa dilakukan dengan berbagai cara. Kita bisa membuat bonsai asem jawa dari biji yang kita semaikan, mencangkok dari pohon asem yang sudah besar atau mengambil bakalan bonsai dari tempat asalnya. Tanaman asem jawa tidak bisa ditanam dengan cara stek, jadi jangan coba-coba lakukan ini.

Selain itu media untuk membuat bonsai Tanaman Asem jawa juga harus tepat. Pohon asam akan memiliki kesenangan dan akan subur pada mesia tanam yang memiliki  drainase yang lancar. Karena itu media tanam bonsai asem jawa  yang paling baik adalah tanah yang sedikit berkapur dan berpasir. Kondisi ph yang normal akan membantu pemunculan tunas tunas baru yang lebih baik lagi.

Asam Jawa Berkelas Juara, Koleksi H Rofiq ,Sumenep


Membuat Bonsai Asem Jawa Dari Biji

Jika di atas sudah dijelaskan untuk membuat bonsai tanaman asem hawa bisa dilakukan dengan biji dan cangkok, berikut ini adalah cara membuat bonsai Asem Jawa dari biji:
1. Pilih Biji asem Jawa yang sudah tua atau sudah masak.

2. Rendam Biji Asem Jawa dalam air selama kurang lebih satu minggu dalam keadaan terbuka dalam mangkuk atau baskom. Perendaman ini dimaksudkan agar cangkang biji asem yang tebal dan keras itu bisa mengelupas dari bijinya.

3.  Angkat Biji asem Jawa dan rendam beberapa saat dengan pupuk pertumbuhan, Selanjutnta ditanam pada polibag atau pot yang sudah diberi media dan pupuk. Komposisi medianya adalah tanah+pupuk kandang+pasir+kompos. Yang perlu dicatat jangan terlalu dalam menimbun biji asem jawa dan tunggu hingga berkecambah serta tumbuh semakin besar. Selanjutnya pohon asem jawa siap menjadi bakalan bonsai yang siap dibentuk.

Pengertian Bonsai Anting Putri

Merawat Bakalan Bonsai Anting Putri

BAKALAN BONSAI ANTING PUTRI -- Tanaman yang satu ini cukup menawan untuk dijadikan bahan tanaman bonsai. Salah satu kelebihan dari tanaman Anting putri sebagai bahan bonsai adalah pada bagian daunnya yang unik. Daun anting putri berwarna hijau kekuningan memiliki pesona yang indah jika dipadukan dengan bentuk bonsai di dalam pot. Keindahan bonsai anting putri ditambah kagi dengan bunganya yang mungil dan menggantung cantik, warna bunga yang putih terlihat lebih dominan dan semakin menarik perhatian. Beberapa kelebihan tanaman anting putri inilah yang membuatnya dilirik para pecinta bonsai.

Seiring dengan peminat yang main besar, tidak heran jika bakalan bonsai anting putri terus diburu dan harganya makin mahal. Tidak hanya itu harga bakalan bonsai anting putri atau bonsai anting putri yang sudah jadi ikut terkerek karena proses pembuatannya lumayan sulit. Selain itu konon tanaman anting putri ini berasal dari China sehingga di Indonesia untuk mendapatkan bakalan bonsai anting putri harus melalui budidaya terlebih dahulu untuk mendapatkan perbanyakannya.

Cara Merawat Bonsai Anting Putri




   Perawatan Bonsai Anting Putri
Meskipun relatif mudah tumbuh di sembarang tempat, perawatan bakalan bonsai anting putri terbilang perlu perawatan khusus. Bentuk daun anting putri yang mini membutuhkan ketelitian khusus dalam perawatan. Pemangkasan pun tidak boleh dilakukan secara sembrono, salah-salah bentuk tajuknya tidak akan sesuai dengan yang Anda harapkan.

Meski daun anting putri sudah kecil, namun perlu dilakukan pemangkasan agar menghasilkan daun yang lebih kecil seukuran beras. Cara pemangkasannya adalah dengan menggunduli habis daunnya, setelah itu akan tumbuh sendiri dalam ukuran yang lebih kecil dari semula. Dengan adanya pruning ini memang pembagian makanan ke masing-masing daun menjadi lebih sedikit. Namun bonsai tetap sehat karena asupan makanan yang teratur.

Selain itu yang penting diperhatikan dalam merawat bonsai anting putri adalah pada asupan gizi tanaman. Hal ini penting diperhatikan karena anting putri merupakan tanaman yang rakus akan makanan. Jika

Minggu, 20 Maret 2016

Cara Membuat Bonsai Beringin Yang Indah

Cara Membuat Bonsai Beringin 

Cara Membuat Bonsai beringin  – Salah satu jenis tanaman yang bagus untuk anda jadikan bonsai adalah pohon beringin. Pohon beringin ini memang memiliki bentuk yang bagus sehingga dapat dibentuk menjadi bonsai yang indah.
Pohon beringin ini memang salah satu jenis tanaman yang mudah untuk tumbuh dan tidak gampang mati. Anda bisa menggunakan cara setek agar bisa tumbuh menjadi pohon beringin yang bagus.
Harga dari pohon beringin yang sudah jadi apalagi memiliki bentuk yang indah tentu saja sudah cukup mahal. Namun jika anda ingin harga yang lebih murah, anda bisa membeli bakalan bonsai beringin kemudian merawatnya dengan baik.

Untuk dapat membuat bonsai beringin anda harus melakukan beberapa persiapan, Di antaranya yaitu:
  • Anda perlu menyiapkan bonggol pohon beringin yang sudah cukup besar dan dapat membentuk pola sesuai yang anda inginkan.
  • Kemudian siapkanlah pot untuk menanam pohon beringin.
  • Media tanam untuk bonsai beringin.
  • Kawat stainlesteel ukuran 3 mm
  • Dan gunting tanaman.
Sedangkan langkah-langkah dalam membuat bonsai beringin yaitu sebagai berikut:
  • Anda bisa menanam pohon beringin pada media tanam yang padat dan memiliki unsur hara yang rendah. Ini dimaksudkan agar pohon beringin ini mudah untuk dibentuk.
  • Anda bisa menggunakan kawat stainless yang berdiameter kurang lebih tiga milimeter  yang berfungsi untuk membentuk dahan sesuai pola tertentu. Untuk pemasangan kawatnya, anda bisa melilitkan secara melingkar dari pangkal dahan menuju kearah uung dahan. Namun anda harus penuh kehati-hatian agar tidak patah.
  • Kemudian lakukanlah pemupukan agar tetap terjaga kesehatan bonsai.
  • Lakukanlah pemasangan secara berkala pada daun-daun pohon beringin agar dapat membuat pohon bonsai menjadi cantik.
Setelah anda mengetahui cara membuat pohon bonsai beringin, kini saatnya anda mengetahui cara merawat bonsai beringin tersebut. Di antaranya yaitu:
  • Lakukanlah penyiraman setiap hari, anda bisa menggunakan air yang bersih dan juga tidak berbau.
  • Untuk pemupukan kita bisa menggunakan pupuk organik, pupuk tersebut bisa kita campurkan langsung kedalam air.
  • Penyiangan dapat anda lakukan setiap ada tanaman liar yang tumbuh dalam media tanam. Anda bisa memberikan lumut pada permukaan media tanam untuk mencegah adanya gulma.
  • Kemudian pemangkasan. Untuk pemangkasan bonsai disesuaikan dengan selera anda.
  • Pelilitan kawat. Untuk dapat membentuk kesan luka pada batang ataupun pohon kita bisa menggunakan kawat untuk memilih batang bonsai.
  • Pembukaan kawat. Anda bisa melakukannya setelah kawat tampak tenggelam kedalam batang.
  • Setelah itu anda bisa melakukan penggantian potnya. Anda bisa melakukan penggantian pot jika akarnya sudah keluar dari lubang-lubang pot.
Pohon bonsai merupakan salah satu tanaman primadona pecinta bonsai. Pohon ini memiliki nilai yang lebih dikarenakan mudah dibentuk sesuai dengan keinginan anda. Selain itu, ukuran daunnya yang kecil itu membuat pohon beringin ini mudah untuk dapat dibentuk.

pengertian bonsai serut

Bonsai serut banyak diminati karena bentuknya yang menarik. Ketika melihat bonsai serut, kamu seperti sedang melihat dunia yang lebih kecil. Bentuk serut sempurna seperti pohon yang dibuat dengan versi mini. Jika kamu meletakkan mainan action figure, bonsai ini semakin terlihat seperti dunia dalam ukuran kecil.
Bonsai ini menurut para penggemarnya adalah bonsai yang paling ideal ditanam. Bonsai serut mudah ditanam dan perawatannya juga tidak terlalu merepotkan. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah beberapa fakta menarik tentang bonsai serut.

Ciri-Ciri bonsai serut

1

Ciri-Ciri Bonsai Serut


tanamanmahal.com
Bonsai serut memiliki ciri utama yaitu daunnya berwarna hijau dan batangnya berwarna putih. Daun serut aslinya memang kecil, ketika dibonsai daunnya akan berbentuk lebih kecil lagi. Bonsai serut memiliki buah berwarna hijau dan bunga yang berwarna putih. Namun karena ukurannya yang sangat kecil, kedua bagian tersebut tidak terlalu terlihat. Batang bonsai ini mudah tumbuh di area yang kecil, tunasnya mudah sekali muncul sehingga kita bisa membentuknya batangnya sesuai keinginan kita.
2

Merontokkan Daun Ketika Kemarau


peterteabonsai.wordpress.com
Merontokkan daun adalah salah satu cara tumbuhan untuk menghemat air yang terkandung didalamnya. Ketika merawat bonsai serut, kamu akan dikejutkan dengan rontoknya daun-daun bonsai serut ketika mulai musim kemarau. Tak perlu khawatir, sifat ini memang sifat alami yang dimiliki bonsai serut. Setelah merontokkan daunnya, bonsai serut akan kembali memunculkan daun seminggu setelahnya.
3

Bonsai Berusia Ratusan Tahun


thinbox.ca
Pohon-pohon tertentu seperti beringin bisa berusia sampai ratusan tahun. Bonsai serut ternyata juga bisa berumur sampai ratusan tahun. Umur panjang bonsai ini membuat harganya semakin melambung. Kamu menjadikan bonsai ini sebagai warisan yang bisa diturunkan sampai beberapa generasi.
4

Bonsai Serut Berasal dari Alam


ibonsaiclub.forumotion.com
Memang faktanya semua tumbuhan berasal dari alam. Manusia bisa melestarikan tumbuhan dengan membantu perkembangbiakannya. Sebagian besar bonsai serut ternyata masih diambil dari alam. Padahal dengan berbagai teknologi, manusia bisa mengembangbiakannya secara masal.
Untuk pemindahan bonsai dari alam ke pot, kamu harus memperhatikan beberapa hal. Salah satunya adalah pemotongan akar. Potonglah bagian akar kemudian tanam lagi dalam tanah. Setelah 2 bulan, lakukan pemotongan yang kedua. Baru setelah itu baru tanaman dapat dipindahkan kedalam pot.
5

Tanah Gunung Sebagai Media Tanam


yankeebarbareno.com
Media tanam yang terbaik untuk bonsai ini adalah campuran antara tanah gunung, pupuk kandang dan humus. Perbandingan ketiga bahan itu adalah 1:1:1. Pada masa pembentukan, letakkan bonsai ini kedalam pot yang berukuran agak besar. Baru setelah mencapai ukuran yang diinginkan, kamu bisa memindahkanya kedalam pot yang sesuai dengan selera kamu.
6

Bonsai Serut Menyukai Matahari


beritasatu.com
Kebanyakan tanaman hias tidak terlalu baik jika diletakkan pada tempat yang terkena sinar matahari langsung. Namun bonsai serut ini ternyata menyukai sinar matahari. Pada tempat yang banyak terkena sinar matahari, bonsai serut akan tumbuh dengan maksimal, daunnya akan lebih mengecil serta lebih tahan dari serangan berbagai penyakit.
7

Kutu Putih si Musuh Bebuyutan

624512bddcd4093b41c09062a4460187
pertanian.pontianakkota.go.id
Bonsai serut juga mudah terserang hama, terutama si kutu putih. Kutu putih mengeluarkan embun madu yang rasanya manis. Embun madu ini dapat menyebabkan cendawan jelaga tumbuh dengan baik. Cendawan jelaga seringkali menutupi daun sehingga daun yang hijau berubah menjadi hitam.
Lihat juga: 5 Cara Mudah Merawat Tanaman Bonsai dengan Baik
Untuk menangkalnya, kamu bisa menyemprotkan insektisida dan fungisida secara berkala.

Pengertian Bonsai Wahong

Bahan bonsai bisa diambil dari semua tanaman yang berbatang keras dan berumur panjang. Wahong merupakan salah satu bahan bonsai yang mempunyai karakter dan nilai seni kuat pada batang. Banyak kelebihan yang ditawarkan salah satunya dari kekuatan lekukan batang serta alur yang bisa dipahat untuk mencapai hasil sempurna.
Penghobi bonsai pasti sangat setuju bila wahong ditempatkan sebagi satu jenis bonsai yang menempati posisi atas. Sebab dari bentuk dasar tanaman yang mudah ditemui di pesisir pantai dan gunung kapur ini sudah mempunyai struktur bagus. Batang terdapat lekukan alami yang memudahkan pebonsai untuk melanjutkan karya.
Selain itu terdapat perbedaaan wana yang mencolok antara batang hidup dan batang mati yang bisa di kreasikan hingga menjadi satu kesatuan bonsai yang sempurna. Batang yang hidup mempunyai kulit batang yang berwarna putih sementara untuk bagian batang mati akan berwarna merah tua kehitaman
Untuk batang mati kresai tidak hanya berhenti disitu sebab dari kayu yang tidak tumbuh ini masih bisa dilakukan perlakukan. Perlakuakan yang dikerjakan pada batang mati ini dengan metode pahat dan poles untuk membuat bonsai lebih terlihat kokoh dan mempunyai tampilan yang mewah.
Batang yang menjadi kekuatan, wahong juga punya satu keunikan yang tidak bisa di lakukan oleh jenis bonsai lainnya. “Wahong bisa digabungkan atau di stek dengan jenis sancang untuk tampilan dahan dan daun lebih maksimal,” terang Zainal Alim pebonsai asal Pamekasan yang banyak mengkoleksi wahong.
Menurutnya bonsai wahong mempunyai banyak kelebihan yang tidak dimiliki oleh jenis tanaman lainnya. Sambil memperlihatkan beberapa karya wahong miliknya, Zainal menunjukkan bahwa jenis ini mempunyai kekuatan di batang dengan gaya kontemporer. Disitu terlihat keserasian antara akar, batang, dahan dan daun memang sangat berbeda dengan model konvensional seperti beringin, jambu, asam jawa maupun sentigi.
Gaya konvensional akan memperlihatkan kelebihan di unsur dinamis sehingga secara keseluruhan ada komposisi yang sangat seimbang dari semua bagian tanaman. Sementara dari gaya kontemporer wahong akan terlihat dominasi kekuatan batang, namun tidak menutup pesona dari akar, dahan dan juga daun.
Menurut Zaein dirinya mulai mencintai wahong sejak pertama kali masuk dalam dunia bonsai tahun 1985. Apalagi di wilayah Pemeksan yang berhadapan langsung dengan pantai dan mempunyai banyak bukit kapur merupakan lokasi sangat mudah untuk mendapatkan bakalan wahong.
Selain batang, wahong juga punya daya tarik mampu digabungkan dengan jenis tanaman sancang menggunkan metode stek. Penggabungan dua jenis tanaman dalam dunia tanaman hias memang sangat jarang sehingga perpaduan antara wahong dengan sancang menjadi satu kelebihan dari dunia bonsai.

Proses mudah untuk menghasilkan bonsai Wahong yang bagus

Proses Mudah
Untuk menghasilkan karya bonsai wahong ada beberapa tahapan yang dilalui termasuk proses stek dengan sancang untuk menghasilkan percabangan. Pemilihan bibit yang nantinya akan mengisi bagian akar dan batang diusahakan sudah memiliki prospek yang bagus.
Prospek bagus, di dunia bonsai sangat beragam tergantung dari pebonsai mana yang akan mengambil sebab sangat bergantung dari selera masing-masing. Namun untuk wahong menurut Zainal, diusahkan batang sudah membentuk lekukan dan ada bagian yang sudah mati.
Selain itu untuk jenis wahong punya struktur lebih besar dan tua bila mengambil dari jenis gunung dibandingkan bakalan dari pantai, sebab kandungan air di wilayah pegunungan jauh lebih sedikit. Disitu yang membuat karakter wahong gunung terlihat lebih tua dan keras.
Selanjutnya bakalan bonsai ini dimasukkan dalam media dengan campuran tanah gunung, kompos, serta kotoran kambing yang sudah dibakar untuk sterilisasi. Penyiraman dilakukan setidaknya setiap hari untuk pertumbuhan ideal.
Proses bakalan bonsai mulai di kerjakan dengan mengambil bagian batang terlebih dahulu. Pengerjaan batang dilakukan sambil menunggu menumbuhkan tunas baru.
Untuk pengerjaan batang ada beberapa peralatan yang dibutuhkan yaitu pahat dan penghalus kayu. Pada proses pembentukan batang ini akan memperlihatkan kelebihan wahong pada warna batang hidup dan mati. Untuk batang yang mati pebonsai bisa langung melakukan penghalusan atau kreasi dengan menggunakan pahat dan penghalus kayu.
“Batang yang mati bisa dipahat untuk membentuk alur kemudian dihaluskan dengan alat yang ada,” ungkap Zainal. Bila dirasa bagian mati masih kurang, batang yang hidup bisa dibuat mati dengan cara mengupas kulit batang untuk menghilangkan kambium.
Langkah selanjutnya adalah proses stek cabang yang bisa dilakukan dengan dua cara yaitu tempel dan sambung. Kedua cara ini di gunakan pada tempat yang berbeda dimana untuk tempel di tempatkan pada batang sementara sambungan dilakukan pada cabang asli dari wahong.
Untuk proses tempel yang harus disiapkan adalah bakalan cabang sancang. Bakalan yang di pakai diusahakan sudah berusia sekitar tiga bulan atau mempunyai diameter sekitar 2 milimeter. Lokasi penempelan menyesuaikan dengan konsep sebab bisa ditempel dimanapun asalkan pada batang yang hidup.
Pertama kupas batang sekitar 2-3 sentimeter untuk memberikan tempat cabang sancang. Selanjutnya batang sancang ditempelkan dengan batang wahong setelah dikupas kulitnya. Kemudian smabungan di ikat untuk mempercepat roses penempelan.
Yang perlu diperhatikan adalah saat melakukan stek tempel sancang tidak boleh dilepas dari media tanamnya. Sehingga pebonsai harus menyediakan tempat untuk media asli dari sancang sampai proses stek berhasil. Proses pelepasan media sancang di lakukan secara bertahap dengan mengupas kulit antara penempelan dan media sancang hingga batang sancang kering dan patah.
Untuk stek sambung dilakukan pada cabang alami yang tumbuh di batang wahong. Prosesnya sama seperti stek normal yaitu cabang wahong dipotong kemudian dibelah untuk disambung dengan cabang sancang. Selanjutnya diikat sekitar 14 hari atau sampai terlihat adanya pertumbuhan.
“Cabang asli wahong punya daun yang lebar jadi kurang cocok untuk bonsai jadi di pasang dengan sancang,” papar Zainal. Setelah sambungan kuat maka selanjutnya adalah proses pengkawatan (wiring) dan pemangkasan (purning) sesuai dengan konsep yang diinginkan. [wo2k]

Mampu Hidup Terbalik
Kelebihan lain dari wahong selain bisa digabungkan dengan sancang juga mempunyai kemapuan untuk tumbuh terbalik. Ya, memang untuk bonsai apapun dilakukan untuk membuat karya yang hebat termasuk membalik tanaman dan kebetulan jenis wahong mampu melakukannya.
Proses pembalikan sendiri ditrntuksn dari bakalan yang ditemukan, dimana saat melihat akar yang sekiranya bisa memberikan hasil lebih baik maka proses pembalikan bisa dilakukan. Caranya tidak terlalu rumit. “Kita tinggal memasukkan batang atas kedalam media tanam dan akar di atas,” tandas Zainal. Selanjutnya ditunggu sambil di siram setiap hari untuk melihat tumbuhnya kambium.
Waktu pertumbuhan kambium bervariasi tergantung dari kekuatan akar dan media tanam untuk merangsang pertumbuhan akar. Kambium sendiri tumbuh bila sudah terdapat pertumbuhan tunas. Setelah memastikan pembalikan bisa membuat tanaman tetap tumbuh, proses selanjutnya sama seperti diatas termasuk cara stek. Bagi pebonsai baik pemula maupun senior wahong bisa menjadi satu alternatif karya sebab mempunyai banyak cara untuk proses pembentukan. [wo2k]

Jenis Tanaman Bonsai Yang Berharga Mahal

Minten
Meskipun banyak dijadikan sebagai tanaman pagar di kampung-kampung, minten sesungguhnya berpotensi sebagai bakalan bonsai yang baik. Bunganya kebanyakan muncul secara tunggal. Sedangkan daunnya berbentuk oval dengan pinggiran bergerigi tajam seperti duri. Permukaan daunnya mengilap. Rantingnya tipis dan lurus. Tanaman ini berasal dari India Barat.
Murbei 
Walaupun banyak dijumpai tumbuh liar di Indonesia sesungguhnya tanaman ini berasal dari daratan Cina. Bentuk daunnya ada yang bulat dan ada yang menjari lima. Warna buahnya yang masak merah menarik dengan permukaan yang bertonjolan kecil-kecil. Tanaman ini banyak dibudidayakan di Jepang. Budidayanya bukan bertujuan diambil buahnya, melainkan diambil daunnya sebagai pakan ulat sutera.
Mustam
Bonsai mustam enak dilihat secara keseluruhan. Batangnya gagah. Daunnya juga menarik, berwarna hijau segar. Tanaman buah yang satu ini berkerabat dekat dengan kesemek. Tanaman ini bisa hidup baik di daerah tinggi dan lembab. Bila ditanam di dataran rendah, tanaman ini sulit berbuah. Mustam kemungkinan besar berasal dari daratan cina.
Nam-nam
Keunikan bonsai nam-nam terlihat pada daunnya. Saat masih muda warnanya putih atau merah. Setelah tua warnanya menjadi hijau. Daun ini berbaris dua-dua. Buahnya berupa polong berbentuk elips hingga agak melingkar. Tanaman ini memiliki nama lain buah kepel atau puki anjing. Asal usul nam-nam kemungkinan besar dari India.
Pilang
Tanaman pilang banyak tumbuh subur di daerah dengan ketinggian sekitar 500 m dpl. Kulit batangnya berwarna kelabu kehijauan. Batang yang telah tua berbintik-bintik. Pohonnya besar dan berwibawa. Umur tanamannya pun cukup fantastis, bisa bertahan hidup sampai satu abad. Meskipun batangnya besar, tetapi daun pilang berukuran mungil, lunak, dan tipis.
Bila diperhatikan sekilas mirip daun pohon asam yang sedang “tidur”. Satu hal yang perlu diperhatikan untuk pilang ialah jangan membuat tanaman ini menjadi bonsai bergaya batang mati. Kayunya yang terbuka gampang lapuk. Famili akasia ini di Indonesia memiliki nama lain kabesa.
Pinus
Tanaman yang berbatang ramping dan lurus ini cocok hidup di daerah dengan ketinggian 250-2.000 m dpl. Daerah Sumatera diduga merupakan habitat aslinya. Pinus yang liar banyak hidup di hutan-hutan pegunungan. Keunikannya terletak pada daunnya yang berbentuk jarum. Daun ini harus dipangkas agar tidak terlalu panjang. Pangkal daunnya memiliki sisik tipis. Sedangkan buahnya pipih berbentuk kerucut.
Rukem
Batang tanaman rukem memiliki ranting yang bertonjolan tidak rata, dan berduri. Itulah sebabnya sewaktu training duri rukem dibuangi. Daunnya juga unik, berbentuk oval dan meruncing panjang. Warna daun muda cokelat kemerahan, setelah tua berubah menjadi merah hijau. Buah rukem muda berwarna hijau dan berubah menjadi merah atau keunguan bila sudah masak. Tanaman rukem yang banyak ditemukan tumbuh liar di hutan-hutan ini merupakan tanaman asli Indonesia.
Serut
Bakalan bonsai atau tunggul taman yang sedang in sekarang ini salah satunya adalah serut. Tanaman dataran rendah ini memiliki batang berwarna putih. Batangnya yang tidak rata dan penuh tonjolan justru merupakan salah satu daya tarik. Daun serut kecil-kecil, tetapi tebal. Salah satu kekhasan serut adalah ujung rantingnya memilki kecendrungan tumbuh melengkung. Untuk mengatasinya, ujung ranting harus sering dikawati. Di Asia Tenggara tanaman serut banyak tumbuh liar.
Siantho
Bila dijadikan bonsai, tanaman ini memiliki daya tarik tersendiri. Siantho termasuk salah satu jenis tanaman yang banyak dimilki kolektor bonsai. Bentuk dan warna daunnya cukup unik dan buahnya cukup mempesona. Daunnya berbentuk hati, agak besar, dan mengilap. Pertumbuhan daun siantho tergolong cepat hingga harus rajin dipangkas. Bonsai siantho gampang berbuah. Bentuk buahnya bulat bersegi delapan. Sewaktu masih muda hijau, lantas berubah menjadi kuning, dan akhirnya merah. Nama lain tanaman ini adalah dewandaru atau cermai belanda. Sebagai bonsai yang berbuah siantho tergolong ideal.
Sisir
Sisir memilki kayu keras dan gampang keropos. Karena itu, sisir tahan terhadap pahatan pada kayunya. Walaupun daunnya berukuran kecil, tetapi cukup tebal. Batangnya berduri dan rantingnya kokoh. Secara keseluruhan penampilan sisir cukup mempesona sehingga termasuk jenis tanaman yang banyak diburu kolektor bonsai.
Trenggulun
Bonsai trenggulun unik karena berbatang bengkok dan bercabang rendah. Batangnya bisa tumbuh besar sekali. Kulit buahnya mengandung sejenis minyak atsiri yang berbau harum. Isi buahnya bisa dimakan. Trenggulun kurang menyukai daerah yang terlalu tinggi. Tanaman ini masih toleran terhadap ketinggian kurang dari 500 m dpl.
Ulmus 
Tanaman berkayu keras ini memiliki percabangan yang banyak. Batang utamanya besar dan kokoh serta tahan pahatan. Daunnya lebar dan berukuran agak besar. Tanaman ini toleran tehadap lingkungan dan iklim. Di Indonesia ulmus tumbuh liar di pantai utara dan selatan Pulau Jawa. Penampilan ulmus sebagai tanaman kerdil di dalam pot banyak disukai orang yang melihatnya.
Wareng 
Tanaman ini sering dijadikan pagar hidup di kebun. Batangnya yang berduri dengan percabangan yang rapat sulit ditembus oleh binatang atau manusia. Sebagai bonsai yang ditanam di dalam pot wareng malah terlihat bagus. Salah satu bonsai Indonesia yang mendapat penghargaan internasional adalah dari jenis wareng. Daun wareng berwarna hijau segar, dan berbentuk menyudut atau menjari tiga.
Sekilas penampilan daun wareng mirip trident maple yang banyak dijadikan bonsai di daerah subtropis. Wareng hanya bisa tumbuh baik di daerah dengan ketinggian kurang dari 500 m dpl. Negara-negara di kawasan tropis lain seperti Malaysia, Hawai, Thailand, dan Australia belum memanfaatkannya sebagai bahan bonsai.

Jenis-Jenis Tanaman yang Dapat Dijadikan Bonsai

Jenis-Jenis Tanaman yang Dapat Dijadikan Bonsai

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki beranekaragam jenis tanaman. Oleh sebab itu, Indonesia memiliki berbagai jenis tanaman yang dapat dipilih untuk dijadikan bonsai. Tanaman tropis di Indonesia memiliki keunikan dan keeksotisan tersendiri dan tidak kalah nilainya dengan tanaman yang hidup di negara dengan empat musim seperti Jepang, Cina atau negara-negara di bagian barat. Adapun jenis-jenis tanaman yang dapat dijadikan bonsai terutama jenis tanaman yang mampu tumbuh baik di Indonesia di antaranya sebagai berikut:
1. Asam
Kelebihan dari tanaman asam yaitu akar dan batangnya yang keras dan kokoh sehingga tampak tua jika dijadikan bonsai. Jenis tanaman asam yang dapat dijadikan bonsai yaitu:
a. Asam jawa (Tamarindus indica)
  • Tanaman asam jawa termasuk ke dalam famili Caesalpiniaceae.
  • Daerah asal tanaman asam jawa belum diketahui secara pasti.
  • Asam jawa cocok hidup di dataran rendah sebagai tanaman peneduh di pinggir jalan.
  • Tinggi tanaman ini dapat mencapai 15 – 25 meter.
  • Tanaman ini memiliki batang berwarna cokelat kehitaman dengan diameter dapat mencapai 1 meter.
  • Daunnya berselang-seling dan menyirip genap.
  • Tanaman ini memiliki bunga kecil-kecil dan mudah rontok.
  • Buahnya berbentuk polong dan bertangkai.
  • Buahnya berwarna cokelat, berbiji banyak dan rasanya asam.
b. Asam belanda (Pithecellobium dulce)
  • Tanaman ini diduga berasal dari Amerika tropis yang masuk ke Indonesia setelah dibawa oleh bangsa Portugis.
  • Warna dasar daunnya lebih tua daripada asam jawa.
Bonsai dari tanaman asam jawa (Tamarindus indica)2. Beringin (Ficus benjamina)
Beringin apabila dijadikan bonsai memiliki banyak kelebihan dan keunggulan di antaranya:
  • Memiliki daun yang rimbun.
  • Akar dapat dibentuk dalam berbagai gaya.
  • Sangat mudah beradaptasi atau menyesuaikan diri dalam media yang terbatas.
Para pebonsai biasa menyebut beringin sebagai bonsai khas Indonesia. Jenis beringin sangat beragam, tetapi jenis beringi yang paling banyak diminati yaitu beringin filipina. Selain itu, jenis beringin lainnya dari genus Ficus yang dapat dijadikan bonsai yaitu:
  • Beringin karet (Ficus retusa)
  • Beringin korea (Ficus koreana)
  • Ampelas (Ficus hampelas)
  • Bunut (Ficus glauca)
  • Cantigi (Ficus disticha)
  • Getah perca (Ficus elastika)
Bonsai dari tanaman beringin (Ficus benjamina)
Sumber: http://artofbonsai.org
Gambar 2 Bonsai dari tanaman beringin (Ficus benjamina)
3. Cemara
Cemara (Casuarina equisetifolia) termasuk tanaman yang mudah dijadikan bonsai serta terkenal sebagai bakalan bonsai yang baik. Cemara ditanam dengan grouping atau sendiri-sendiri tanaman ini tetap menarik. Tanaman cemara banyak digemari masyarakat, beberapa pihak mulai mengkhawatirkan jika tanaman ini terus diambil dapat mengakibatkan terjadi kepunahan cemara dari habitat aslinya. Ciri-ciri dari tanaman cemara yaitu:
  • Cemara dapat tumbuh pada ketinggian 25 m.
  • Memiliki bonggol yang besar dan berlekuk-lekuk.
  • Memiliki ranting yang hijau beralur.
  • Kayunya keras dan beralur indah sehingga batang bonsai dari tanaman ini sering diukir.
  • Memiliki daun yang tipis dan kaku tampak sangat segar.
  • Buahnya kering dengan ujung segi tiga lancip yang memiliki sayap berupa selaput.
  • Cemara dapat hidup di daerah pantai yang berpasir hingga pedalaman.
  • Tanaman ini sangat tahan terhadap kekeringan dan serangga hama atau penyakit.
  • Di daerah yang belum terjamah banyak dijumpai cemara tumbuh secara liar.
Jenis-jenis tanaman cemara yang cocok untuk dijadikan bonsai yaitu:
  • Cemara duri (Juniperus rigida atau Juniperus chinensis)
  • Cemara buaya (Juniperus horisontalis)
  • Cemara papua (Cupressus papuanus)
  • Cemara udang atau cemara laut (Casuarina equisetifolia)
Bonsai dari tanaman cemara (Casuarina equisetifolia)
Sumber: http://artofbonsai.org
Gambar 3 Bonsai dari tanaman cemara (Casuarina equisetifolia)
4. Jeruk
Banyak jenis jeruk yang menarik untuk dijadikan bonsai. Daya tarik utama bonsai jeruk adalah paduan antara tanaman kerdil dengan buahnya yang berwarna oranye cerah atau hijau serta beraroma khas. Untuk mengimbangi keindahan buah yang dimiliki tanaman jeruk, disarankan memilih tanaman jeruk yang berbentuk pohon dan bukan yang berbentuk semak atau perdu. Ciri-ciri tanaman jeruk yaitu:
  • Memiliki daun yang berwarna hijau dengan posisi saling berhadapan atau bersilangan dengan kelenjar minyak yang transparan.
  • Panjang daun 2 cm.
  • Tanaman jeruk memiliki bunga berkelamin dua dengan jumlah kelopak 4 – 5.
  • Ukuran buah dan warnanya bermacam-macam tergantung dari jenisnya.
Jenis-jenis tanaman jeruk yang cocok untuk dijadikan bonsai yaitu:
  • Jeruk bali (Citrus maxima)
  • Jeruk keprok (Citrus nobilis)
  • Jeruk kingkit (Triphasia trifolia)
Bonsai dari tanaman jeruk
Sumber: http://www.pinterest.com
Gambar 5 Bonsai dari tanaman jeruk
5. Kelapa
Dibandingkan dengan keluarga Palmae lainnya yang sulit untuk dijadikan bonsai, maka kelapa adalah pengecualiannya.
  • Kelapa (Cocos nucifera) mudah hidup di daerah dengan ketinggian 0 – 700 m dpl.
  • Tinggi tanaman yang berbatang lurus menjulang ini dapat mencapai lebih dari 30 m di alam bebas.
  • Pangkal batangnya membesar.
  • Daunnya tersusun dalam tajuk.
  • Anak daun tanaman ini dapat mencapai 120 buah.
  • Karangan bunganya tersusun dengan bunga jantan dan bunga betina yang berdekatan.
  • Bentuk buahnya bulat terlur terbalik dengan kulit buah berserabut.
  • Daging buah berwarna putih, di tengahnya terdapat cairan.
  • Jenis kelapa yang dapat dijadikan bonsai adalah yang ukuran buahnya kecil dan bentuk buahnya menarik seperti kelapa gading dan kelapa puyuh.
Bonsai dari tanaman kelapa
Sumber: http://ibonsaiclub.forumotion.com
Gambar 5 Bonsai dari tanaman kelapa
6. Sawo
  • Tanaman ini memiliki pohon yang mengandung getah.
  • Kemungkinan tanaman ini berasal dari dataran Amerika Selatan.
  • Di alam bebas sawo dapat mencapai ketinggian 5 – 15 m.
  • Kulit batangnya tidak rata.
  • Daunnya tunggal dan menyebar.
  • Memiliki bunga yang biasanya berkelompok di ketiak.
  • Buahnya menggantung berbentuk bulat. Buahnya ada yang berkulit kasar kecokletan (sawo manila), licin kehijauan (sawo duren), dan berukuran kecil (sawo kecik).
  • Warna biji buah ada yang hitam mengkilap dan cokelat muda.
Jenis-jenis sawo yang cocok untuk dijadikan bonsai yaitu:
  • Sawo manila (Achras zapota)
  • Sawo duren (Chrysophylum cainito)
  • Sawo kecik (Manilkara kauki)
Bonsai dari tanaman sawo
sumber: http://www.visualphotos.com
Gambar 6 Bonsai dari tanaman sawo
7. Pinus
  • Pinus (Pinus mercusii) banyak dijumpai tumbuh di hutan-hutan pegunungan.
  • Tanaman ini dapat tumbuh baik pada ketinggian 250 – 2.000 m dpl.
  • Tinggi tanaman ini dapat mencapai 20 – 40 m.
  • Memiliki batang keras yang lurus, ramping, dan banyak mengandung getah.
  • Daunnya berbentuk jarum dengan pangkal diselaputi sisik tipis.
  • Buahnya berbentuk kerucut dengan biji yang pipih.
  • Karena daunnya berwarna hijau cerah dengan bentuk daun yang unik, maka bonsai dari tanaman pinus memiliki daya tarik tersendiri.
Bonsai dari tanaman pinus (Pinus mercusii)
Sumber: http://www.les-vegetaliseurs.com
Gambar 7 Bonsai dari tanaman pinus (Pinus mercusii)

8. Siantho
Nama lain tanaman sianto (Eugenia unifloral atau Eugenia michelli) di Indonesia yaitu dewa ndaru atau ceremai belanda. Tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai tanaman pagar terutama di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
  • Tanaman ini diduga berasal dari Amerika Selatan.
  • Ketinggian normal dari tanaman ini mencapai 5 meter.
  • Buahnya berbentuk bulat kecil dan dapat dimakan meskipun rasanya sepat sedikit manis.
  • Buah sianto jumlahnya banyak dan warnanya merah sehingga bentuknya menarik jika dijadikan bonsai.
Bonsai dari tanaman siantho (Eugenia unifloral)Gambar 8 Bonsai dari tanaman siantho (Eugenia unifloral)
9. Kupa landak
Bonsai dari jenis tanaman ini banyak diminati para eksportir karena keindahan batang, daun dan buahnya sangat harmonis. Masyarakat umum menyebut tanaman ini dengan sebutan rukam. Ciri-ciri dari tanaman ini yaitu:
  • Tanaman kupa landak (Sysginium cauliflora) termasuk jenis tanaman dikotil.
  • Merupakan tanaman perdu dengan tinggi 5 – 7,5 m.
  • Batangnya berkayu, tegak, bulat, berduri, dan warnanya putih kotor.
  • Berdaun majemuk dengan posisi tersebar, berbentuk lonjong, dengan panjang sekitar 7 cm dan lebar 2,5 cm.
  • Ujung daun runcing dan pangkalnya tumpul, tepinya rata, pertulangan menyirip dan berwarna hijau.
  • Bunganya majemuk dengan bentuk tandan terdiri atas 3 – 6 helai dan berwarna putih.
  • Buahnya berbentuk batu dengan diameter 1,5 – 2 cm dengan warna merah kehitaman.
  • Buahnya tunggal dan jarang yang ganda. Buah berwarna merah, keras seperti batu
 Bonsai dari tanaman kupa landak (Sysginium cauliflora)
Gambar 9 Bonsai dari tanaman kupa landak (Sysginium cauliflora)
10. Ulmus
Tanaman ulmus (Ulmus lancaefolia) termasuk tanaman berkayu keras dengan percabangan yang banyak. Penampilan tanaman ulmus sebagai tanaman kerdil sangat menarik terutama jika dipadukan dengan pot yang sesuai. Tanaman ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • Batang utama besar, kokoh dan tahan terhadap pahatan.
  • Daunnya lebat dan berukuran agak besar.
  • Tanaman ini sangat toleran terhadap lingkungan dan iklim.
  • Di Indonesia tanaman ulmus tumbuh liar di pantai utara dan selatan Pulau Jawa.
Bonsai dari tanaman ulmus (Ulmus lancaefolia)
Gambar 10 Bonsai dari tanaman ulmus (Ulmus lancaefolia)
Selain dari jenis-jenis tanaman yang telah dijelaskan di atas, masih banyak lagi tanaman lainnya yang dapat dijadikan bonsai. Adapun jenis tanaman tersebut yaitu:
  • Minten (Malphigia coccigera)
  • Trenggulun (Protium javanicum)
  • Serut (Streblus asper)
  • Wareng (Gmelina asiatica)
  • Kamboja merah (Plumeria rubra)
  • Landepan (Olectronia horrida)
  • Panitian (Durante repense)
  • Sagaretia (Sagaretia theezans)
  • Serut pagar (Carmona retusa)
  • Sisir (Cudrania cochinsinensis)
  • Lohansung (Podocarpus macrophyllus)
  • Sancang (Phemma microphylla)
  • Mirten (Maipighia coccigera)
  • Santigi (Phempis acidula)
  • Phusu (Celtis cinensis)
  • Cenderawasih (Phylantus neruri)
  • Lugistrum (Lusgistrum sp.)
  • Soka (Ixora cocinea)
  • Delima (Punica granatum)
  • Jambu biji (Psidium guanjava)
  • Kacapiring (Gardenia augusta)

Selasa, 15 Maret 2016

mengenal bonsai santigi

 Mengenal Bonsai Santigi
 

Keindahan bonsai tak lepas dari syarat dasar tanamannya. Syarat dasar tanaman bonsai adalah memiliki batang yang keras dan berumur panjang untuk proses pembentukan.
Faktor daya tahan yang dimiliki jenis Santigi inilah, maka Santigi sering jadi pilihan penghobi, kolektor, dan pembibit.

Dilihat dari asal tanaman ini, memang bisa dipastikan kalau Santigi bisa hidup dalam iklim apapun, baik panas maupun dingin. Apalagi untuk kondisi daerah yang panas, terutama di kota besar seperti Surabaya dan Jakarta. Selain mudah dalam perawatan, Santigi juga mempunyai pola gerakan yang bagus, tertutama dari kelenturan batang dan karakter daun yang kecil. Potensi dasar yang sudah dimiliki sangat memudahkan para pebonsai untuk melakukan pengerjaan sesuai dengan keinginan mereka. Dengan mengambil pilihan untuk bonsai Santigi, Bambang mengaku hasil yang didapatkan tidak lagi konvensional. Salah satunya di tunjukkan dari koleksi Santigi bunjin gascado atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai gerakan tarian ke atas dan terjun ke bawah.

Dari koleksi tersebut terlihat bahwa karakter batang, dahan, dan ranting yang memanjang diolah, sehingga terlihat pohon sedang menari. Kemudian di salah satu dahan ada yang mengarah ke bawah dengan gerakan melingkar, sehingga disebut terjun.

Koleksi lainnya yang diperkenalkan adalah bunjin slanting yang berarti tarian yang condong. Nama tersebut cocok, sebab dari karakter tarian yang khas diperkuat dengan munculnya dahan besar yang condong ke luar dari pot dan meliuk ke atas kembali lagi ke pusat. Dari beberapa koleksi yang dimiliki, terlihat bahwa pria yang baru mendapatkan putra keduanya awal Agustus ini menyukai gerakan tarian dalam pengolahan bonsainya. Selain itu juga didukung oleh jenis Santigi yang memperkuat karakter bonsai miliknya

Sedangkan untuk non konvensional akan mengambil beberapa teknik gerakan baru seperti tarian maupun patahan. “Semua teknik sebenarnya sama saja, asalkan hasil akhirnya proporsional dan bisa menimbulkan perasaan teduh bagi yang melihat,” tandasnya.

Perawatan Mudah
Santigi berasal dari beberapa daerah kepulauan yang tersebar di hampir seluruh Indonesia dan beberapa kepulauan tropis di dunia, seperti Sulawesi Selatan dan negara Afrika. Dengan habitat awal yang berada di wilayah pesisir, menjadikannya sebagai tanaman yang bisa tumbuh dimana saja, meski dengan perawatan dan perlakuan biasa.

Wajar apabila perawatan yang dilakukan tidak terlalu sulit, asalkan terpenuhi tiga unsur penting, yaitu air, angin, dan panas yang kuat. Ketiga unsur tersebut mutlak dipenuhi untuk mendapatkan pertumbuhan yang maksimal. Bahkan, masih kata Bambang, Santigi bisa bertahan dengan siraman air yang mengandung unsur garam lebih.

Itu bisa kita lihat di lokasi nurseri miliknya di kota Surabaya, dimana air tanahnya sedikit asin. Selain itu udara yang ada, banyak mengandung polusi dari banyaknya kendaraan yang melintas di dekat nurserinya. Namun itu menjadikan satu keuntungan tersendiri. “Sinar matahari dan hembusan angin yang kuat dibutuhkan oleh Santigi,” kata Bambang singkat.

Untuk media tanam yang digunakan cukup sederhana, yaitu dengan komposisi dominasi pasir Malang dan pupuk kandang. Pemilihan pasir memang sengaja diambil, karena dilihat dari habitat asli tanaman ini yang berada di pesisir pantai, sehingga kandungan pasirnya cukup besar.

Secara rutin media tanam harus disiram dan dijaga agar tetap basah. Ini dilakukan untuk menghindari tanaman kekurangan air. Yang perlu diingat adalah sinar matahari mutlak diperlukan, sehingga disarankan untuk meletakkan tanaman ini di luar ruangan.

Penyakit jadi satu hal yang ditakutkan oleh penghobi tanaman hias, termasuk bonsai Santigi. Hama utama yang sering menyerang adalah kutu merah dan ulat yang bisa menghabiskan daun serta menyerang batang. Pada tingkat berat, bonsai yang Anda miliki bisa saja mati.
Langkah awal yang dilakukan bila bonsai Anda terkena hama antara lain memisahkan bonsai dengan koleksi lainnya. Ini dilakukan untuk menghindari penularan. Bila hanya satu atau dua tanaman yang terserang sebaiknya dilakukan pembersihan tanpa bahan kimia. Caranya, tentu Anda harus melihat satu persatu bagian bonsai dan membuang kutu dan ulat.

Namun bila serangan hama sudah parah dan menyebar pada koleksi bonsai lainnya, cara terakhir tentu dengan menggunkan pestisida. Jangan lupa untuk menggunakannya sesuai dosis, sebab bila berlebih bisa menyebabkan hama tersebut kebal dan lebih sulit untuk dibasmi.

Biarkan Tumbuh Liar untuk Hasil Maksimal

Untuk pembentukan bonsai Santigi, Bambang menggunakan cara meliarkan dulu tanamannya, supaya mempermudah proses pembentukan. Dari bahan mentah bonsai yang didapat, sebaiknya dibiarkan dulu tumbuh liar untuk melihat gerakannya. Langkah ini diambil menyesuaikan karakter tanaman yang mempunyai dahan memanjang.

Setelah terlihat arah dan pembentukan bahan, selanjutnya dilakukan wiring dan purning (pemangkasan) beberapa dahan yang tidak diperlukan. Setelah pengkawatan pertama, tumbuhan diliarkan kembali supaya ketepatan proses pemotongan dan pengkawatannya terlihat.

“Kalau kita salah memotong cabang, akibatnya bisa fatal dan pengerjaannya akan lebih sulit,” ujar Bambang. “Bahkan dari beberapa bahan yang dikerjakan ada beberapa yang dijual dengan harga murah, akibat salah potong dahan. Kesalahan tersebut dilakukan saat mulai belajar, tapi sekarang sudah bisa diantisipasi,” tambahnya.
Setelah tumbuh liar dari wiring pertama, maka dilakukan purning kedua untuk dahan yang tidak dipakai. Dari proses wiring kedua, maka bonsai sudah memperlihatkan karakter dan selanjutnya perlakuan dilakukan menyesuaikan dengan pertumbuhan pohon. [wo2k]

Pasar Andalkan Komunitas

Pasar bonsai andalkan komunitasnya, sehingga ia masih laku terjual di pasar. Komunitas bonsai sendiri makin menunjukkan loyalitasnya dengan membuat wadah Perkumpulan Penggamar Bonsai Indonesia (PPBI). Kebetulan Bambang, pemilik Juanda Bonsai, ini menjabat sebagai wakil ketua PPBI Sidoarjo.
Salah satu agenda yang sedang digarap adalah merekrut sebanyak mungkin penggemar bonsai, khususnya untuk kelas pemula. Selain itu juga dilakukan pertemuan rutin sebagai ajang tukar ide dan pendidikan bagi pemula. Dengan makin banyak penggemar bonsai, otomatis pasar bursa akan mengikutinya.
Di beberapa wilayah yang dinilai memiliki sedikit penggemar bonsai, diusahakan untuk menggelar dan mengikuti pameran tanaman hias. Tujuannya untuk menunjukkan eksistensi bahwa bonsai, penggemar loyal, dan pasarnya masih ada.

“Usaha bonsai saat ini memang agak berat, sebab meski pasar ada, tapi tidak besar,” tandas Bambang.Dilihat dari kondisi saat ini, ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan oleh pengusaha bonsai, yaitu dengan menggarap semua segmen bonsai atau melengkapi koleksinya dengan tanaman hias yang jadi tren. Misalnya anthurium jenmanii atau adenium.

Untuk menyasar semua segmen bonsai, mulai dari bakalan, setengah jadi, bonsai jadi, dan bonsai kolektor masih bisa dilakukan demi kelangsungan usaha. Namun bila menyasar segmen yang luas, diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang banyak serta jaringan yang luas.

Pasalnya, untuk bakalan bonsai jenis Santigi saat ini banyak diburu, karena menjanjikan hasil yang baik. Bahan di beberapa lokasi yang biasa digunakan oleh pemburu bakalan bonsai sudah banyak berkurang, seperti di Madura, Jember, Sulawesi, dan Sumatera. Sedangkan untuk segmen kolektor, biasanya harus mendapatkan bonsai yang sempurna, yang tidak semua orang bisa melakukannya



TERIMAKASIH TELAH MENGUNJUNGI BLOG SAYA