Minten
Meskipun banyak dijadikan sebagai tanaman pagar di kampung-kampung,
minten sesungguhnya berpotensi sebagai bakalan bonsai yang baik.
Bunganya kebanyakan muncul secara tunggal. Sedangkan daunnya berbentuk
oval dengan pinggiran bergerigi tajam seperti duri. Permukaan daunnya
mengilap. Rantingnya tipis dan lurus. Tanaman ini berasal dari India
Barat.
Murbei
Walaupun banyak dijumpai tumbuh liar di Indonesia sesungguhnya
tanaman ini berasal dari daratan Cina. Bentuk daunnya ada yang bulat dan
ada yang menjari lima. Warna buahnya yang masak merah menarik dengan
permukaan yang bertonjolan kecil-kecil. Tanaman ini banyak dibudidayakan
di Jepang. Budidayanya bukan bertujuan diambil buahnya, melainkan
diambil daunnya sebagai pakan ulat sutera.
Mustam
Bonsai mustam enak dilihat secara keseluruhan. Batangnya gagah.
Daunnya juga menarik, berwarna hijau segar. Tanaman buah yang satu ini
berkerabat dekat dengan kesemek. Tanaman ini bisa hidup baik di daerah
tinggi dan lembab. Bila ditanam di dataran rendah, tanaman ini sulit
berbuah. Mustam kemungkinan besar berasal dari daratan cina.
Nam-nam
Keunikan bonsai nam-nam terlihat pada daunnya. Saat masih muda
warnanya putih atau merah. Setelah tua warnanya menjadi hijau. Daun ini
berbaris dua-dua. Buahnya berupa polong berbentuk elips hingga agak
melingkar. Tanaman ini memiliki nama lain buah kepel atau puki anjing.
Asal usul nam-nam kemungkinan besar dari India.
Pilang
Tanaman pilang banyak tumbuh subur di daerah dengan ketinggian
sekitar 500 m dpl. Kulit batangnya berwarna kelabu kehijauan. Batang
yang telah tua berbintik-bintik. Pohonnya besar dan berwibawa. Umur
tanamannya pun cukup fantastis, bisa bertahan hidup sampai satu abad.
Meskipun batangnya besar, tetapi daun pilang berukuran mungil, lunak,
dan tipis.
Bila diperhatikan sekilas mirip daun pohon asam yang sedang “tidur”.
Satu hal yang perlu diperhatikan untuk pilang ialah jangan membuat
tanaman ini menjadi bonsai bergaya batang mati. Kayunya yang terbuka
gampang lapuk. Famili akasia ini di Indonesia memiliki nama lain kabesa.
Pinus
Tanaman yang berbatang ramping dan lurus ini cocok hidup di daerah
dengan ketinggian 250-2.000 m dpl. Daerah Sumatera diduga merupakan
habitat aslinya. Pinus yang liar banyak hidup di hutan-hutan pegunungan.
Keunikannya terletak pada daunnya yang berbentuk jarum. Daun ini harus
dipangkas agar tidak terlalu panjang. Pangkal daunnya memiliki sisik
tipis. Sedangkan buahnya pipih berbentuk kerucut.
Rukem
Batang tanaman rukem memiliki ranting yang bertonjolan tidak rata,
dan berduri. Itulah sebabnya sewaktu training duri rukem dibuangi.
Daunnya juga unik, berbentuk oval dan meruncing panjang. Warna daun muda
cokelat kemerahan, setelah tua berubah menjadi merah hijau. Buah rukem
muda berwarna hijau dan berubah menjadi merah atau keunguan bila sudah
masak. Tanaman rukem yang banyak ditemukan tumbuh liar di hutan-hutan
ini merupakan tanaman asli Indonesia.
Serut
Bakalan bonsai atau tunggul taman yang sedang
in sekarang
ini salah satunya adalah serut. Tanaman dataran rendah ini memiliki
batang berwarna putih. Batangnya yang tidak rata dan penuh tonjolan
justru merupakan salah satu daya tarik. Daun serut kecil-kecil, tetapi
tebal. Salah satu kekhasan serut adalah ujung rantingnya memilki
kecendrungan tumbuh melengkung. Untuk mengatasinya, ujung ranting harus
sering dikawati. Di Asia Tenggara tanaman serut banyak tumbuh liar.
Siantho
Bila dijadikan bonsai, tanaman ini memiliki daya tarik tersendiri.
Siantho termasuk salah satu jenis tanaman yang banyak dimilki kolektor
bonsai. Bentuk dan warna daunnya cukup unik dan buahnya cukup mempesona.
Daunnya berbentuk hati, agak besar, dan mengilap. Pertumbuhan daun
siantho tergolong cepat hingga harus rajin dipangkas. Bonsai siantho
gampang berbuah. Bentuk buahnya bulat bersegi delapan. Sewaktu masih
muda hijau, lantas berubah menjadi kuning, dan akhirnya merah. Nama lain
tanaman ini adalah dewandaru atau cermai belanda. Sebagai bonsai yang
berbuah siantho tergolong ideal.
Sisir
Sisir memilki kayu keras dan gampang keropos. Karena itu, sisir tahan
terhadap pahatan pada kayunya. Walaupun daunnya berukuran kecil, tetapi
cukup tebal. Batangnya berduri dan rantingnya kokoh. Secara keseluruhan
penampilan sisir cukup mempesona sehingga termasuk jenis tanaman yang
banyak diburu kolektor bonsai.
Trenggulun
Bonsai trenggulun unik karena berbatang bengkok dan bercabang rendah.
Batangnya bisa tumbuh besar sekali. Kulit buahnya mengandung sejenis
minyak atsiri yang berbau harum. Isi buahnya bisa dimakan. Trenggulun
kurang menyukai daerah yang terlalu tinggi. Tanaman ini masih toleran
terhadap ketinggian kurang dari 500 m dpl.
Ulmus
Tanaman berkayu keras ini memiliki percabangan yang banyak. Batang
utamanya besar dan kokoh serta tahan pahatan. Daunnya lebar dan
berukuran agak besar. Tanaman ini toleran tehadap lingkungan dan iklim.
Di Indonesia ulmus tumbuh liar di pantai utara dan selatan Pulau Jawa.
Penampilan ulmus sebagai tanaman kerdil di dalam pot banyak disukai
orang yang melihatnya.
Wareng
Tanaman ini sering dijadikan pagar hidup di kebun. Batangnya yang
berduri dengan percabangan yang rapat sulit ditembus oleh binatang atau
manusia. Sebagai bonsai yang ditanam di dalam pot wareng malah terlihat
bagus. Salah satu bonsai Indonesia yang mendapat penghargaan
internasional adalah dari jenis wareng. Daun wareng berwarna hijau
segar, dan berbentuk menyudut atau menjari tiga.
Sekilas penampilan daun wareng mirip
trident maple yang
banyak dijadikan bonsai di daerah subtropis. Wareng hanya bisa tumbuh
baik di daerah dengan ketinggian kurang dari 500 m dpl. Negara-negara di
kawasan tropis lain seperti Malaysia, Hawai, Thailand, dan Australia
belum memanfaatkannya sebagai bahan bonsai.