Proses Mudah
Untuk menghasilkan karya bonsai wahong ada beberapa
tahapan yang dilalui termasuk proses stek dengan sancang untuk
menghasilkan percabangan. Pemilihan bibit yang nantinya akan mengisi
bagian akar dan batang diusahakan sudah memiliki prospek yang bagus.
Prospek bagus, di dunia bonsai sangat beragam
tergantung dari pebonsai mana yang akan mengambil sebab sangat
bergantung dari selera masing-masing. Namun untuk wahong menurut Zainal,
diusahkan batang sudah membentuk lekukan dan ada bagian yang sudah
mati.
Selain itu untuk jenis wahong punya struktur lebih
besar dan tua bila mengambil dari jenis gunung dibandingkan bakalan dari
pantai, sebab kandungan air di wilayah pegunungan jauh lebih sedikit.
Disitu yang membuat karakter wahong gunung terlihat lebih tua dan keras.
Selanjutnya bakalan bonsai ini dimasukkan dalam
media dengan campuran tanah gunung, kompos, serta kotoran kambing yang
sudah dibakar untuk sterilisasi. Penyiraman dilakukan setidaknya setiap
hari untuk pertumbuhan ideal.
Proses bakalan bonsai mulai di kerjakan dengan
mengambil bagian batang terlebih dahulu. Pengerjaan batang dilakukan
sambil menunggu menumbuhkan tunas baru.
Untuk pengerjaan batang ada beberapa peralatan yang
dibutuhkan yaitu pahat dan penghalus kayu. Pada proses pembentukan
batang ini akan memperlihatkan kelebihan wahong pada warna batang hidup
dan mati. Untuk batang yang mati pebonsai bisa langung melakukan
penghalusan atau kreasi dengan menggunakan pahat dan penghalus kayu.
“Batang yang mati bisa dipahat untuk membentuk alur
kemudian dihaluskan dengan alat yang ada,” ungkap Zainal. Bila dirasa
bagian mati masih kurang, batang yang hidup bisa dibuat mati dengan cara
mengupas kulit batang untuk menghilangkan kambium.
Langkah selanjutnya adalah proses stek cabang yang
bisa dilakukan dengan dua cara yaitu tempel dan sambung. Kedua cara ini
di gunakan pada tempat yang berbeda dimana untuk tempel di tempatkan
pada batang sementara sambungan dilakukan pada cabang asli dari wahong.
Untuk proses tempel yang harus disiapkan adalah
bakalan cabang sancang. Bakalan yang di pakai diusahakan sudah berusia
sekitar tiga bulan atau mempunyai diameter sekitar 2 milimeter. Lokasi
penempelan menyesuaikan dengan konsep sebab bisa ditempel dimanapun
asalkan pada batang yang hidup.
Pertama kupas batang sekitar 2-3 sentimeter untuk
memberikan tempat cabang sancang. Selanjutnya batang sancang ditempelkan
dengan batang wahong setelah dikupas kulitnya. Kemudian smabungan di
ikat untuk mempercepat roses penempelan.
Yang perlu diperhatikan adalah saat melakukan stek
tempel sancang tidak boleh dilepas dari media tanamnya. Sehingga
pebonsai harus menyediakan tempat untuk media asli dari sancang sampai
proses stek berhasil. Proses pelepasan media sancang di lakukan secara
bertahap dengan mengupas kulit antara penempelan dan media sancang
hingga batang sancang kering dan patah.
Untuk stek sambung dilakukan pada cabang alami yang
tumbuh di batang wahong. Prosesnya sama seperti stek normal yaitu
cabang wahong dipotong kemudian dibelah untuk disambung dengan cabang
sancang. Selanjutnya diikat sekitar 14 hari atau sampai terlihat adanya
pertumbuhan.
“Cabang asli wahong punya daun yang lebar jadi
kurang cocok untuk bonsai jadi di pasang dengan sancang,” papar Zainal.
Setelah sambungan kuat maka selanjutnya adalah proses pengkawatan
(wiring) dan pemangkasan (purning) sesuai dengan konsep yang diinginkan. [wo2k]
Mampu Hidup Terbalik
Kelebihan lain dari wahong selain bisa digabungkan
dengan sancang juga mempunyai kemapuan untuk tumbuh terbalik. Ya, memang
untuk bonsai apapun dilakukan untuk membuat karya yang hebat termasuk
membalik tanaman dan kebetulan jenis wahong mampu melakukannya.
Proses pembalikan sendiri ditrntuksn dari bakalan
yang ditemukan, dimana saat melihat akar yang sekiranya bisa memberikan
hasil lebih baik maka proses pembalikan bisa dilakukan. Caranya tidak
terlalu rumit. “Kita tinggal memasukkan batang atas kedalam media tanam
dan akar di atas,” tandas Zainal. Selanjutnya ditunggu sambil di siram
setiap hari untuk melihat tumbuhnya kambium.
Waktu pertumbuhan kambium bervariasi tergantung
dari kekuatan akar dan media tanam untuk merangsang pertumbuhan akar.
Kambium sendiri tumbuh bila sudah terdapat pertumbuhan tunas. Setelah
memastikan pembalikan bisa membuat tanaman tetap tumbuh, proses
selanjutnya sama seperti diatas termasuk cara stek. Bagi pebonsai baik
pemula maupun senior wahong bisa menjadi satu alternatif karya sebab
mempunyai banyak cara untuk proses pembentukan. [wo2k]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar