Minggu, 20 Maret 2016

Proses mudah untuk menghasilkan bonsai Wahong yang bagus

Proses Mudah
Untuk menghasilkan karya bonsai wahong ada beberapa tahapan yang dilalui termasuk proses stek dengan sancang untuk menghasilkan percabangan. Pemilihan bibit yang nantinya akan mengisi bagian akar dan batang diusahakan sudah memiliki prospek yang bagus.
Prospek bagus, di dunia bonsai sangat beragam tergantung dari pebonsai mana yang akan mengambil sebab sangat bergantung dari selera masing-masing. Namun untuk wahong menurut Zainal, diusahkan batang sudah membentuk lekukan dan ada bagian yang sudah mati.
Selain itu untuk jenis wahong punya struktur lebih besar dan tua bila mengambil dari jenis gunung dibandingkan bakalan dari pantai, sebab kandungan air di wilayah pegunungan jauh lebih sedikit. Disitu yang membuat karakter wahong gunung terlihat lebih tua dan keras.
Selanjutnya bakalan bonsai ini dimasukkan dalam media dengan campuran tanah gunung, kompos, serta kotoran kambing yang sudah dibakar untuk sterilisasi. Penyiraman dilakukan setidaknya setiap hari untuk pertumbuhan ideal.
Proses bakalan bonsai mulai di kerjakan dengan mengambil bagian batang terlebih dahulu. Pengerjaan batang dilakukan sambil menunggu menumbuhkan tunas baru.
Untuk pengerjaan batang ada beberapa peralatan yang dibutuhkan yaitu pahat dan penghalus kayu. Pada proses pembentukan batang ini akan memperlihatkan kelebihan wahong pada warna batang hidup dan mati. Untuk batang yang mati pebonsai bisa langung melakukan penghalusan atau kreasi dengan menggunakan pahat dan penghalus kayu.
“Batang yang mati bisa dipahat untuk membentuk alur kemudian dihaluskan dengan alat yang ada,” ungkap Zainal. Bila dirasa bagian mati masih kurang, batang yang hidup bisa dibuat mati dengan cara mengupas kulit batang untuk menghilangkan kambium.
Langkah selanjutnya adalah proses stek cabang yang bisa dilakukan dengan dua cara yaitu tempel dan sambung. Kedua cara ini di gunakan pada tempat yang berbeda dimana untuk tempel di tempatkan pada batang sementara sambungan dilakukan pada cabang asli dari wahong.
Untuk proses tempel yang harus disiapkan adalah bakalan cabang sancang. Bakalan yang di pakai diusahakan sudah berusia sekitar tiga bulan atau mempunyai diameter sekitar 2 milimeter. Lokasi penempelan menyesuaikan dengan konsep sebab bisa ditempel dimanapun asalkan pada batang yang hidup.
Pertama kupas batang sekitar 2-3 sentimeter untuk memberikan tempat cabang sancang. Selanjutnya batang sancang ditempelkan dengan batang wahong setelah dikupas kulitnya. Kemudian smabungan di ikat untuk mempercepat roses penempelan.
Yang perlu diperhatikan adalah saat melakukan stek tempel sancang tidak boleh dilepas dari media tanamnya. Sehingga pebonsai harus menyediakan tempat untuk media asli dari sancang sampai proses stek berhasil. Proses pelepasan media sancang di lakukan secara bertahap dengan mengupas kulit antara penempelan dan media sancang hingga batang sancang kering dan patah.
Untuk stek sambung dilakukan pada cabang alami yang tumbuh di batang wahong. Prosesnya sama seperti stek normal yaitu cabang wahong dipotong kemudian dibelah untuk disambung dengan cabang sancang. Selanjutnya diikat sekitar 14 hari atau sampai terlihat adanya pertumbuhan.
“Cabang asli wahong punya daun yang lebar jadi kurang cocok untuk bonsai jadi di pasang dengan sancang,” papar Zainal. Setelah sambungan kuat maka selanjutnya adalah proses pengkawatan (wiring) dan pemangkasan (purning) sesuai dengan konsep yang diinginkan. [wo2k]

Mampu Hidup Terbalik
Kelebihan lain dari wahong selain bisa digabungkan dengan sancang juga mempunyai kemapuan untuk tumbuh terbalik. Ya, memang untuk bonsai apapun dilakukan untuk membuat karya yang hebat termasuk membalik tanaman dan kebetulan jenis wahong mampu melakukannya.
Proses pembalikan sendiri ditrntuksn dari bakalan yang ditemukan, dimana saat melihat akar yang sekiranya bisa memberikan hasil lebih baik maka proses pembalikan bisa dilakukan. Caranya tidak terlalu rumit. “Kita tinggal memasukkan batang atas kedalam media tanam dan akar di atas,” tandas Zainal. Selanjutnya ditunggu sambil di siram setiap hari untuk melihat tumbuhnya kambium.
Waktu pertumbuhan kambium bervariasi tergantung dari kekuatan akar dan media tanam untuk merangsang pertumbuhan akar. Kambium sendiri tumbuh bila sudah terdapat pertumbuhan tunas. Setelah memastikan pembalikan bisa membuat tanaman tetap tumbuh, proses selanjutnya sama seperti diatas termasuk cara stek. Bagi pebonsai baik pemula maupun senior wahong bisa menjadi satu alternatif karya sebab mempunyai banyak cara untuk proses pembentukan. [wo2k]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar